


Mungkin benar,
Apabila kamu mengatakan bhwa cNta adalah sebuah jawaban tanpa alasan atau memberi tanpa pamrih.Terkadang, seseorang tidak perlu tahu knp dia harus mencintai oranglain. Seperti halnya seorang anak tidak perlu menjawab apapun utk sekedar mencintai ibundanya.
Sama bego’y seperti ketika kamu sedang tergila2 pada modifikasi motormu yg hingga buat km melongo menatapnya siang dan malam meskipun perut lapar.
Persis kata orang: katanya km sedang tergila2..Ha...Ha...mqn benar km sdg GiLa! Atau Sinting tepatnya.
Apakah benar Cinta itu ada??
Percayakah km jika ada seseorang dtg meyakinkanmu bhwa ia tengah Djatuh Tjinta pd pandangan pertama org yg baru ia kenal??Nggak teu bgmn ia bs mengistilahkan jtuh cinta, patah hati, atau cinta pada pandangan pertama. Seperti itu utk hal2 yg sifatnya gak jelaz..
Jatuh ciNta, entah drmn kamu mendpt istilah ini, aplg km dgn mudah dpt menggandengkannya pd cinta pd pandangan pertama. Benar kamu yakin pd perasaan cinta itu atau hnya sekedar......? Km mengatakannya seolah2 tdk ada kontradiksi diantara keduanya. Mqn bs jd pembenaran ktika istilah itu km anggap sebagai terjemahan bebas dr istilah asing “fallin love” atau apalah namanya.
Cinta bkn serta merta sekedar perasaan yg menggebu2 kpd oranglain tnpa kompromi. Apabila demikian adanya pantaslah mereka menyebut dgn istilah jatuh cinta, karena seakan2 seseorang yg mencintai org laen ia melakukannya dgn tdk sengaja dan tnpa sadar shga layak dsb dgn jatuh, kejatuhan ataupun dijatuhi cinta. Kata2 ini memang serupa tp menurutku tak sama, semuanya meletakkan si pelaku cinta sebagai objek penderita. TETAPI BEDA, apabila cinta yg kamu rasakan adalah cinta yg km lakukan secara sadar, ia bahkan mengatakan dgn keyakinannya bhwa ia telah mencintaimu dan kesadaran itulah yg kemudian mengantarkannya kpd kriteria cinta yg Logis dan bijaksana. Ia meletakkan dirinya sbg subyek pecinta yg berprinsip dan kokoh setia, tdk serta merta terburu2 dan keliru.Namun ciNta seperti ini memang tdk dpt dgn mudah dan segera dikemukakan oleh sang Pecinta. Perlu pengorbanan, kesabaran, dan perjuangan panjaaaaaang. Menuntut investasi waktu, pikiran, tenaga, bahkan jiwa dan raga utk sekedar mencicipinya. Cinta yg dmn km dpt merasakan multiorgasme berkali2. Sebagai Subyek pelaku km memang membutuhkan waktu yg tidak sedikit utk sekedar dpt mendiskripsikannya sbg sebuah perasaan apalagi menghayati keindahan keelokannya yg membuai. Bisa jd awalnya hanya sebuah kompromi, namun akan dapat meresapinya ketika km mendapatinya mengalir sebagai sebuah klimaks yg tak berujung.....













0 komentar:
Posting Komentar